MENYINGKAP RAHASIA DI BALIK HURUF MUQATHA’AH DI DALAM AL-QUR’AN

Spread the love

Tadarus Al-Qur’an menjadi aktivitas yang utama bagi para Hamilul Qur’an. Ia merupakan wujud cinta serta solusi dalam mengobati kerinduannya kepada sang pencipta semesta dengan cara mendeklamasikan ayat-ayatnya disertai menyelami makna pada tiap kalimatnya. Sebagaimana sebuah maqolah :

مَنْ اَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرُهُ , وَ مَنْ اَحَبّ شَيْئًا فَهُوَ عَبْدُهُ

Barang siapa yang mencintai sesuatu makai a akan sering menyebutnya, dan barangsiapa mencintai sesuatu ia pasti akan menjadi budaknya.

Saat membuka surat Al-Baqarah,kita akan menjumpai sebuah kalimat yang tersusun atas tiga huruf, الم .Ketiga huruf ini disambung menjadi satu kalimat, namun tetap dibaca secara terpisah..Tidak hanya pada surat Al-Baqarah, kita juga dapat menjumpainya dengan mudah pada surat Maryam,Al-Qalam,Shaad,Yasin, dan masih banyak lagi. Inilah yang disebut dengan Huruf Muqatha’ah.

Bukti bahwa الم merupakan huruf adalah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdulloh Ibn Mas’ud yang berbunyi :

مَنْ قَرَاَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّه فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ , وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا, لَااَقُوْلُ آلم حَرْفٌ, وَ لَكِنْ اَلِفٌ حَرْفٌ, وَ لَامٌ حَرْفٌ, و مِيْمٌ حَرْفٌ.(رواه الترمذي)

Barang siapa membaca satu huruf di dalam Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan,dan satu kebaikan tersebut akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali.Aku tidak mengatakan bahwa الم merupakan satu huruf,akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.

 Sebagian besar mufassir abad pertama hingga ketiga menafsirinya dengan والله اعلم بمراده ,Allah lebih tahu maksudnya.Jawaban ini nampaknya masih relevan hingg saat ini,kendati ia tidak mampu memuaskan nalar manusia. Namun demikian, setelah masa tersebut banyak juga ulama’ yang berusaha menafsirinya. Ibnu Katsir berpendapat bahwa tidak mungkin Allah menurunkan Huruf Muqatha’ah dengan sia-sia tanpa makna.Berikut ini penulis berusaha menyingkap beberapa rahasia di balik Huruf Muqatha’ah :

  1. Sebagai nama surat.

Huruf Muqatha’ah justru dijadikan nama beberapa surat di dalam Al-Qur’an. Seperti QS.Shaad, QS.Thaha, QS.Yasin ,dan QS.Nun.

  • Salah satu bentuk pembuka surat-surat Al-Qur’an (Fawatihus Suwar).

Terdapat 29 surat di dalam Al-Qur’an yang diawali Huruf Muqatha’ah dan kesemuanya beragam.Ada yang tersusun atas satu huruf,dua huruf,tiga,empat hingga lima huruf. Menurut ulama’ salaf, fawatihu suwar sendiri telah disusun sejak zaman azali sebagai I’jaz bagi manusia yang ingin mendatangkan seperti Al-Qur’an.

  • Bentuk Sumpah Allah.

Dalam tafsir At- Thabari dijelaskan bahwa huruf muqatha’ah ini merupakan bentuk sumpah yang dengannya Allah bersumpah karena kemuliaan dan keutamaannya.Hal ini juga menjadi tradisi orang Arab yang senantiasa bersumpah jika ingin menegaskan perkataanya. Demikian pula dengan Allah yang bermaksud menegaskan firmannya dan menguatkan dalilnya atas manusia,maka dia bersumpah bahwa Al-Qur’an itu datang dari sisiNya.

  • Isyarat akan kemukjizatan Al-Qur’an.

Salah satu dari 3 aspek I’jaz Al-Qur’an ialah I’jaz Lughowi (kemukjizatan Bahasa Al-Qur’an). Kemukjizatan Al-Qur’an bisa ditemukan pada keseluruhan Al-Qur’an bahkan pada tiap hurufnya sekalipun.Walaupun Al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan Bahasa Arab sekalipun namun tidak ada satupun manusia yang mampu menandinginya bahkan orang Arab sekalipun,yang telah menjadikan Bahasa Arab sebagai Bahasa keseharian.

Walaupun para ulama’ berbeda pendapat mengenai Huruf Muqatha’ah, para ulama’ bersepakat mengenai jumlah Huruf Muqatha’ah tersebut adalah 14 huruf yang dapat ditemukan pada 29 surat dalam Al-Qur’an yang mana jika dirangkai membentuk sebuah kalimat yang berbunyi نصّ كريم قطع له سر ( teks mulia yang bersifat pasti dan memiliki rahasia).Walaupun ia hanya sebuah huruf,namun pastilah huruf tersebut memiliki makna tersendiri. Dengan demikian,diketahui maknanya atau tidak, keberadaan Huruf Muqatha’ah harus senantiasa diimani.

Demikian penjelasan mengenai rahasia di balik Huruf Muqatha’ah di dalam Al-Qur’an. Semoga tulisan ini bermanfaat serta mampu menambah keimanan dan kecintaan kita kepada sang Khaliq. Wallahu a’lam bisshowab.

Jombang,10 Okt 2023

08.55 WIB

Oleh : Nila Chusbyah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top