PENTINGNYA PENERAPAN NILAI-NILAI AL-QUR’AN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK : KUNCI MEMBANGUN GENERASI BERKUALITAS

Spread the love

Pembentukan karakter anak adalah proses paling penting dalam menetukan masa depan generasi bangsa. Penerapan nilai-nilai agama dan juga Al-Qur’an adalah hal paling efektif dan inspiratif dalam masa pembentukan karakter anak sejak dini, karena Al-Qur’an adalah sumber utama dan pedoman yang tidak dapat ditinggalkan oleh umat Islam. Karakter anak akan terbentuk sejak ia masih sangat dini, pengaruh pendidikan dan lingkungan adalah hal yang paling mendasar dalam masa pembentukannya. Jika anak sudah di biasakan dengan didikan dan lingkungan yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an, hal demikian akan terbawa sampai anak itu dewasa. Begitu pula sebaliknya, jika anak di biasakan dengan didikan dan lingkungan yang kurang mendukung, maka yang akan terjadi adalah rusaknya mental dan moral agama pada anak.

Karakter anak yang baik dan berkualitas sangat penting dalam mencapai keberhasilan hidup. Nilai-nilai Al-Qur’an adalah pedoman yang paling utama dalam menetukan kualitas generasi masa depan, seperti nilai kejujuran, kesabaran, kepedulian, dan tanggung jawab yang nantinya akan sangat membantu dalam masa pembentukan karakter dan kepribadian yang baik. Namun sayangnya di era modern seperti ini sangat jarang sekali orang tua yang melek akan pentingnya hal ini, sehingga banyak anak-anak yang belum memahami nilai-nilai ini dengan baik. Padahal anak-anak adalah generasi muda yang nantinya akan menduduki posisi kepimpinan dan kekuasaan di masa depan. Maka dari itu sangat penting sejak usia dini anak harus di didik dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang kuat, agar terlahir bibit unggul yang berkualitas dan berpegang teguh dengan ajaran agama.

Dalam hal ini, Allah telah berpesan melalui kalam-Nya kepada kita agar selalu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak. Beberapa ayat ini adalah pondasi utama dalam pembentukan karakter anak yang baik yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.

  1. Nilai Kejujuran

 

وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ  ٤٢ [ البقرة:42]

Artinya : (Dan janganlah kalian campur aduk) (barang yang hak) yang telah Kuturunkan kepada kalian (dengan yang batil) yang kamu ada-adakan (dan) jangan pula (kalian sembunyikan yang hak itu) berupa sifat dan ciri-ciri Muhammad (sedangkan kalian mengetahui) bahwa ia hak adanya. [Al Baqarah:42]

 

Pelajaran dari ayat diatas adalah, ayat ini dikaitkan dengan perintah Allah kepada Bani Israil untuk mematuhi perjanjian dan tidak menyembunyikan kebenaran. Ayat ini juga mengingatkan umat islam untuk mempertahankan kebenaran dan kejujuran. Maka dari itu sangat penting sekali untuk mengajarkan kepada anak untuk selalu menerapkan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1. Nilai Ibadah dan Kesabaran

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ  ١٥٣ [ البقرة:153]

Artinya : (Hai orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan) untuk mencapai kebahagiaan akhirat (dengan jalan bersabar) taat melakukan ibadah dan sabar menghadapi cobaan (dan mengerjakan salat) dikhususkan menyebutkannya disebabkan berat dan berulang-ulang (sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar) artinya selalu melimpahkan pertolongan-Nya kepada mereka. [Al Baqarah:153]

 

Ayat ini menerangkan tentang perintah Allah kepada seluruh umat Islam untuk selalu bersabar dalam menghadapi kesulitan dan cobaan dengan terus mendekatkan diri kepada Allah. Dalam masa pembentukan karakter anak, nilai tersebut sangat penting agar anak selalu menerapkan sikap sabar dan tabah dalam menjalankan perintah Allah, meskipun ujian dan cobaan terus menghampiri. Dan juga menanamkan sifat keyakinan akan kehadiran dan pertolongan Allah bagi orang-orang yang mau bersabar dan terus mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

 

  1. Nilai Empati dan Kepedulian

 

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ  ١٠ [ الحُـجُـرات:10]

Artinya : (Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah saudara) dalam seagama (karena itu damaikanlah antara kedua saudara kalian) apabila mereka berdua bersengketa. Menurut qiraat yang lain dibaca Ikhwatikum, artinya saudara-saudara kalian (dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian mendapat rahmat.) [Al Hujurat:10]

 

Menurut Syaikh Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitab tafsirnya Al-Wajiz, beliau berkata (Sesungguhnya orang-orang mukmin itu saling bersaudara dalam agama dan akidah. Berdamailah dengan saudara kalian saat terjadi perselisihan dan pertentangan. Bertakwalah kepada Allah saat terjadi perselisihan tentang hukum-hukumNya dan berlakulah sebagai penengah, supaya kalian dirahmati dan ditolongNya dalam menciptakan perdamaian, sebagai hasil dari ketakwaan kalian.)

 

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya menerapkan nilai kepedulian terhadap sesama kepada anak, lebih–lebih antar umat islam. Karakter ini akan memelihara hubungan baik antar sesama, menciptakan kedamaian, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan untuk menghindari konflik dan perpecahan.

 

  1. Nilai Tanggung Jawab

 

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا  ٣٦

[ الإسراء:36]

Artinya : (Dan janganlah kamu mengikuti) menuruti (apa yang kami tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati) yakni kalbu (semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya) pemiliknya akan dimintai pertanggungjawabannya, yaitu apakah yang diperbuat dengannya? [Al Isra”:36]

 

Ibrah dari ayat diatas adalah segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawabnnya, meski itu adalah hal kecil dan remeh. Dalam hal ini penerapan nilai tanggung jawab terhadap anak sangat penting, hal ini akan membantu anak mengembangkan rasa tanggung jawab dan kesadaran akan tindakannya. Anak tidak akan mudah melakukan hal yang nantinya akan berakibat fatal karena nantinya akan dimintai pertanngungjawabnnya.

 

Seperti contoh yang sedang marak terjadi yakni kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak-anak yang semestinya di usia sedini itu mereka tidak melakukannya. Tindakan seperti ini adalah pengaruh dan dampat negatif dari pendidikan anak yang tidak ditanamkan nilai-nilai alqur’an dalam masa pertumbuhannya. Sehingga mereka tidak peduli atas apa yang telah mereka lakukan yang akibatnya dalah merugikan orang lain.

 

Maka dari itu penting sekali agar orang tua terus memperhatikan perkembangan anak dengan mengenalkan dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Karena pola asuh orang tua juga akan mempengaruhi karakter dan kepribadian seorang anak. Cara yang paling efektif untuk menghindari rusaknya moral pada anak adalah dengan terus berpegang teguh pada ajaran agama dan pedoman dari Al-Qur’an.

Ada beberapa strategi yang efektif dalam penerapan nilai-nilai Al-Qur’an pada anak sejak dini. Dalam Pendidikan formal, angat penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kurikulum sekolah, karena sangat berpengaruh dalam masa pendidikannya. Kemudian di lingkungan keluarga, tanggung jawab orang tua adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an diterapkan melalui teladan dan kumunikasi yang baik dari orang tua kepada anak. Dengan demikian anak akan menjadikan orang tuanya sebagai teladan dan contoh yang baik untuknya. Hal ini akan berdampak pada pembentukan karakter dan kepribadaian anak dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Strategi terakhir yang dapat dilakukan adalah membiasakan anak untuk mengukti aktivitas-aktivitas keagamaan dan berada di lingkungan pendidikan Al-Qur’an. Hal ini akan menjadikan suatu kebiasaan baik dan terus berkelanjutan yang nantinya akan diterapkan oleh anak hingga mereka dewasa.

Kesimpulan yang dapat di ambil dari esai di atas adalah penerapan nilai-nilai Al-Qur’an pada anak sejak dini sangat penting. Nilai-nilai tersebut dapat membantu anak untuk mengembangkan kepribadiannya dalam membentuk karakter yang baik. Manfaat utama pendidikan  niali-nilai Al-Qur’an pada anak ialah dapat meningkatkan kesadaran moral dan spiritual, serta membantu mereka untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berakhlaqul karimah. Maka dari itu tugas kita adalah terus berupaya mengintegrasikan pedoman agama dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Wallahua’lam []

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top